Laman Usang
Selamat datang di laman baruku ini, semoga tulisan ini bisa memberi kebahagiaan untukmu.
Amma Ba'du
Sebuah memorabilia yang terlukis dengan sebuah perjuangan mulia menjadi seorang thalabul'ilmi, telah lama terlupa oleh bising dunia yang mampir setiap harinya
Selamat datang kenangan!
Terekam dengan jelas, sebuah perjalanan yang cukup panjang menjadi bagian dari para pengais ilmu Allah
Kenangan membuai angan, membawaku kembali pada sebuah masa yang sering berbicara lewat kata, lewat bait bait cerita, berselancar dengan sajak mesra, mengukir sejauh mana perjalananku bertumbuh, menjadi pribadi yang lebih dewasa
Kali ini, izinkan aku menyapa kembali memori yang telah lama hilang
Tentang sebuah kubah berwarna jingga, gagah berdiri menghiasi atap masjid terbesar di desa itu
Dengan dua anak tangga yang bersisian diluar kiri dan kanan
Lantai satu yang diperuntukkan untuk jama'ah masyarakat, sedang yang kedua diperuntukkan untuk para santri berbaris rapih seraya bersimpuh sembari menahan rasa kantuk di pagi hari wkwk
Dia, Masjid Besar Al-Furqon
Sebuah perjalanan yang cukup panjang untukku bisa menjadi bagian dari saksi bisu keberadaanya disana
Sore itu, seperti sore pada umumnya
Para nihaiyyah dan aku salah satunya, yang menjadi bagian utama tiap tiap sudut bangunanya
Duduk duduk di pelataran masjid, anak tangga, senderan di tembok sambil baca quran (wkwk emang ea? ga salah?) (bukanya ngeliatin pemuda masjid yang suka nongkrong disitu ya?)
Wadoooww lewat aja kali ya inimah wkwk
-
Ayat demi ayat terapal tanpa henti bahkan sekusut apapun tetap digenggam enggan terlepas tersebab sakral, jika kelak gagal akan menyangkut keberlangsungan kehidupan kita kedepanya (real no fake fake)
Tiada hari tanpa menghafal, persiapan demi persiapan sampai sariawan, batuk dan radang tenggorokan tetap terusahakan demi keberhasilan ujian yang di gadang-gadangkan
Apalagi jika bukan untuk bisa naik ke panggung wisuda bersama gelar dan syahadah yang didapatkan
Tidak hanya itu
Coretan demi coretan menghiasi lembaran kalimat arab gundul, mengahafal bab demi bab sampai mabuk arab
Tak sedikit yang mengeluh, jenuh, sampai cireng dan bakso ikan bu najwa menjadi asupan utama
Makalah dan kitab turosh perpustakaan sudah bukan menjadi bantal empuk yang bisa ditiduri jika mata sudah mengantuk, malahan mau tidak mau harus dilahap habis habisan demi merampungkan empat bab beserta dengan revisiannya
Belum lagi jika kendala laptop yang harus mengantri hingga printer yang macet saat deadline pengumpulan tiap babnya
Syukur jika tidak anjlog karena semua kelas digunakan untuk nge cash laptop dan ada rumah Ustadz yang bersebalahan dengan ruang kelas yang lengkap dengan kulkas dan perabotan rumah tangganya
Sedang yang lainya sibuk menunggu giliran mengetik, ada yang menyetorkan hadits arba'in, mencari sumber makalah, mengejar target hafalan lainya
Ko bisa ya? kejar-kejaran sama hafalan Qur'an, Hadits, EBTA, dan per ujian lainya yang tumpuk tindih sampai akhirnya..
Siapa sangka harus dipanggil ustadzah kesantrian dan berujung baca surat keputusan pelanggaran didepan seluruh santri
Sampai diposisi kecewa berat sama kehidupan sampai nangis sesenggukan waktu telfon ortu, ga terima dan seems ngga adil well (wahaha lucu)
Wah jangan salah, sedang dipuncak komedi dan bergelut dengan keimanan nih boss (emote nangis stress)
-
Terlalu banyak jika harus dituliskan, saksi bisunya banyak sampai hal-hal yang seems impossible turns out jadi possible!
Hari itu, masih sangat teringat saat hari terakhir puncak penentuan panggung wisuda, hari terakhir penyetoran hafalan
Sahabatku Mila, yang berhasil meyakinkanku bahwa aku bisa lebih dari apa yang aku pikirkan
Engga mudah, penuh lika liku sampai sebut saja ustadzah Ola yang sebagai pengampu tahfidzku seems sudah geram dan seperti ingin menyudahi karena ketidak lancaran pada lembar terakhir, pasrah sudah, tapi yang terjadi AKU BERHASIL WELL wkwk (tidak lain berkat kesabaran beliau ini hehe)
Kamu, berdiri didepan ruangan ujian menunggu hasil ujianku, ada rasa lega yang terpancar dan kamu meyakinkan bahwa aku lolos
"lulus? (ucapmu sambil meyakinkan dengan ekspresi penuh semangat)
akupun mengangguk sambil berlari kearahmu,
kita berpelukan dan menangis (huhu inget bgt ini sedih bgtt waaaak)
KITA BERHASIL MIL!
-
Time flies, tapi pelukkan hangat itu masih kuingat!
Tepat sebelum wisuda, dengan jubah kebanggaan para wisudawati, kita saling berpelukkan
Sebelum akhirnya kita berjalan pada pilihan dan versi kita masing-masing
Entahlah pelukkan mana lagi yang bisa menghangatkan hati kita?
Alur cerita mana lagi yang bisa kita perbincangkan tepat di depan kelas ditemani suara jangkrik dan sunyinya pondok sambil duduk di depan kelas
Kopi dan cerita, kala mampir di jogja untuk yang terakhir kalinya,
siapa sangka tiap minggu tempat itu selalu kulalui, walau hanya sekedar lewat untuk mengingat memori
Aku masih disini ya, semoga kota ini selalu menjadi tempat kita kembali
Sekedar mengulang cerita atau hanya diam memandang, ditemani secangkir Americano
Terimakasih sudah menjadi bagian dari cerita ini!
_
Selamat Hari Santri
Yogyakarta, 22 Oktober 2024

.jpeg)
Komentar
Posting Komentar