Dear Lily
Dear Lily
Kemana langkahmu pergi?
Aku sudah lama menunggumu disini
Aku kembali lagi..
Ditempat baru yang Allah pilihkan untukku dan senantiasa aku percayai sepenuhnya bahwa semua ini tidak ada yang kebetulan
Dulu aku yang kecil ini, yang punya banyak sekali angan dan harapan walau entah bagaimana semuanya akan menjadi milikku
Namun disini, aku merenungi semuanya
Betapa ketidak mungkinan itu hadir lewat pikiran dan hasrat manusia yang tak pernah merasa cukup
Disini, aku akan membagikan harapan itu
Mungkin tidak semua, karena terkadang prakata tak cukup untuk menggambarkannya, tapi semoga kelak jika semua ini berakhir, dan saat harapan baru itu muncul, aku akan bisa terus mengenang tiap tiap langkahku ini
Ramadhan Mubarak
Disini aku dipertemukan dengan keluarga gelin yang amat sangat baik, yang menyewakan rumahnya untuk kami tinggali dengan harga yang amat sangat murah, semoga Allah berkahi dan lapangkan rizki mereka
Dinginnya ankara menjumpa setiap langkah yang selalu kupercepat tiap harinya, tapi nihil langkahku masih sering tertinggal jauh dengan orang orang disini
Aku masih berusaha untuk berdaptasi dengan suhu minus disini yang sering kali membuatku jadi lelet, ditambah harus pergi menuju durak selama kurang lebih sepuluh menit jauhnya untuk mengejar jadwal bus yang sangat tepat waktu dan juga appointmentku dengan hočam untuk membahas perihal mata kuliah yang akan kuambil nantinya
Kali ini aku harus pergi sendiri, teman-teman lain berada di fakultas yang sama, hanya aku sendiri di fakultas yang letaknya di pusat kota
Pergi ke Sihiyye, menembus suhu minus dengan bis nomor 278 dengan perjalanan selama kurang lebih setengah jam. Lebih sering kuhabiskan perjalanan dengan berdiri sambil memandangi dataran Yenimahalle menuju pusat kota Ankara ini.
Ada banyak hal yang bisa kuceritakan disini, tentunya saat menemukan dengan macam orang di dalam bis. Ada yang wangi, ada yang maaf bau ketek, wkwkwk mungkin karena dingin jadi mereka malas untuk mandi. Tapi kebanyakan aku temui mereka berbau asap rokok, karena memang akan sangat mudah menjumpai orang merokok disini.
Kali ini, aku jadi satu-satunya orang asing di bis ini, tidak sedikit yang menatap namun entah mengapa aku merasa aman saja sejauh ini.
Bis melesat hingga akhirnys berhenti di sebuah durak, saat itu aku melihat seseorang yang berhasil menarik perhatianku.
Entahlah sering terjadi, namun biasanya hanya lewat saja, setelah itu kembali seperti biasa. Tapi aku rasa dia berbeda, tampilannya cukup sederhana, dengan baju flanel kotaknya, earpod, dan ordinary jaket yang ia bawa di sisi tangan kirinya, serta hp android yang dia genggam di sisi tangan kanannya, cuku clean dan sepertinya bukan perokok (pikirku). Namun tetap, aku tidak akan mudah percaya dengan tampilan OT disini.
Hingga ternyata, diapun juga turun di durak yang sama denganku. Lucunya, aku berusaha mengejar langkahnya dari belakang, berharap dia menoleh dan mengajakku berbicara wkwk. Tapi lagi lagi nihil, di persimpangan, dia berbelok dan akupun harus meneruskan langkahku menuju pintu masuk gedung fakultasku. Aku tidak yakin kita berada di satu gedung yang sama, mungkin dia hendak menjumpai pacarnya? hmmmcc rumit.
Perjalananku berlanjut, masuk melewati security sambil menunjukkan öğrenci belgesiku. Berjalan masuk kedalam dan menuju kantor höcam yang akan kutemui.
Setelah itu, aku memutuskan untuk keluar dan duduk di halaman gedung. Sampai akhirnya aku sadar banyak sekali hal-hal yang tidak pernah kujumpai sebelumnya namun menjadi hal yang biasa disini. Tentang momentum Ramadhan yang sangat asing.
Aku jadi berfikir, betapa keimanan menjadi pondasi utama seseorang. Entah bagaimana, walaupun Turki merupakan negara yang mayoritas penduduknya Muslim, but it has always been different to be a Muslim in out of the country.
Then, last but not least, akan selalu ada doa di setiap tulisan-tulisanku. Semoga kelak Allah kabulkan dengan sebaik-baik keadaan.
Duhai Allahku, ada saat dimana keimanankupun naik dan turun tidak karuan, tapi bantu aku untuk terus kembali pada Iman dan Islam. Pada ketakwaan dan rasa diawasi olehMu, pada jalan-jalan yang tenang yang telah kau siapkan sebagai bagian dari kisah hidupku ini. Izinkan aku menjumpai banyak kebaikan, kebahagiaan, keimanan dimanapun aku berada. Izinkan aku bertemu dengan manusia manusia shalih pilihanMu. Izinkan aku menjadi penuntut ilmu yang Engkau ridhai dan mendapatkan hasil yang baik dan terbaik, dan jika Engkau Ridha, Izinkan aku bertemu dengan seorang lelaki baik yang mengenalmu dalam hati dan hidupnya dan yang kelak akan memimpinku menuju SyurgaMu dengan penuh kasih sayang.
Karena aku tau, aku hanya perempuan yang memiliki fitrah dan punya banyak kelemahan. Perempuan yang punya harapan dan mimpi, dan semoga mimpi serta harapanku bisa saling beriringan sehingga nantinya bisa menjadi sebaik-baiknya manusia yang Engkau sayangi.
Sihiyye, Ankara Türkiye
2 Ramazan, 1447 H
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar