almost gone




Sudah saatnya.
Melangkah dan mencoba mengukir cerita lain pada lembar dan pena yang masih juga sama.

Kapan terakhir aku melihat senyummu selain pada perjumpaan pertama kita?. Awal yang cukup indah untuk sebuah akhir yang hanya tinggal menghitung jam saja bukan?. Iya, selamat berjumpa di panggung wisuda yang sudah kita impikan sejak awal kita bertemu. Selamat bertemu bersama serangkaian bukti perjuanganmu. Sampai akhirnya kita sama-sama berada pada naung pandang yang sama. Tak terpisahkan, bahkan waktu saja seperti tak sudi untuk menggantikan detiknya menuju menitnya. Sampai bertemu esok yang lebih baik. Malam ini, kita nostalgia dulu ya. Hehe. 

...

"ul, nanti aku mau pinjem bukumu ya.." ucapmu kala itu. 
"buat apa?" jawabku dengan jantung berdebar kencang. awokawok. Tapi jujur memang kalau ditanya soal buku, entahlah rasanya deg-deg an aja hehe.
"yaa mau baca aja, lama ga baca tulisanmu" ucapmu lagi kala itu. 

"ul, nanti malem mau ngobrol ya!". Singkat tapi rasanya langsung nyeesss* ngga ada ujan salju, ujan angin, badai, petir. Cuman akhir-akhir ini lagi sering panas aja wkwkwkwk. Dan udah lama ga ngbrol tiba-tiba langsung to the point. Bisa ngga si basa basi dulu, baru bilang maunya?. Kebiasaan brrwww. 

"kenapa ya malem itu selalu asyik?, Asik buat ngobrolin banyak hal, gajelas." ucapku.

"entahlah.." cukup singkat dan menyebalkan dari jawabanmu kala itu. 

"mau peluk..?" katamu.
whaattt! please 🥺 ngga bisa nolak kalo ini! Dann seketika juga kita sama-sama banjir air mata :). Sesimpel itu ya bahagia? jawabanya : Iya. 

"maaauul! ini.." aku yang lagi kebingungan siapa gerangan suara itu wkwkwk tiba-tiba disodorin ice cream cornetto coklat. 
"ihhhh ini apaaa?!?!?" auto mewekk donggg haha. Segitunya ya tersentuh?! Padahal waktu itu kita lagi marahan sampe berminggu-minggu. Owww tydaakkk. But thanks buat seseorang yang berhasil buat kita baikan lagi. Makasi ya kamu* si pembawa pesan yang menyebalkan,hihi. Anyway, sampe bungkusnya ngga aku buang dan aku tempel di buku loochh. Hahaa lebay bgt siiii :".

Udah. Udah, cukup nostalgianya.

....

Gerimis menyapa atmosperr hikayat kala itu. Angin membius lembut, menelisik dedaunan bagai tengah menyambut langkah kita pagi itu. Aku melihat hadirmu, lengkap dengan kebahagiaan yang telah kamu rajut bersama langkah perjuanganmu. Sedikit lagi menuju ke tempat yang berhasil menjadi topik perbincangan kita pada malam-malam sebelumnya. Selamat yaa!

Terimakasih karena telah hadir menjadi pembaca setia tiap-tiap tulisanku. Telah menjadi pundak yang berusaha kuat walau sebenarnya kamupun punya beban yang lebih berat dariku. Walaupun ada beberapa hal yang memang kurang aku suka. That doesn't make any sense 🙂. Aku tidak bisa berharap apa-apa lagi. Pertemanan kita kali ini? Apalagi yang diharapkan jika tentunya kita ingin bisa sampai selamanya. Tapi bukan itu, tapi sejauh mana kita bisa saling memberi manfaat. Mungkin prakata tidak selamanya bisa mengerti. Tidak selamanya bisa menggambarkan tentang kita. Terimakasih atas kenangannya.

tulisan ini aku ketik sebagai bentuk rasa sayang, rasa cinta, rasa-rasa yang pernah ada yang pernah tergariskan untuk kita, qkwk. Manuskrip yang masih tidak kenal kata syukur, namun selalu ingin unggul pada tiap deru nafasnya. 

Inni, uhibbuki fiillah :')
🌻Bentala Karangjati, 10 Oktober 2022
19.28. ditulis kala hujan☔

https://youtu.be/u4_HIxIqSko















Komentar

Postingan Populer