Melangkah Untuk Menerima



Merhabalar! In the name of Allah pemilik alam jagat raya beserta se-isinya. Amma ba'du.

Tak bosan aku ingatkan bahwa keberadaanmu disini, baca tulisan ini, bukan lagi jika atas seizin Allah. Aku sempat berjanji untuk selalu menulis lebih rutin di blog ini, entah apa itu topiknya but i promised to my self. Alasanku buat rajin nulis di blog ini cuman satu sebenernya. Aku mau Allah ridha. Bagaimanapun caranya. Entahlah mungkin dengan berbicara lewat tulisan ini bisa mewakilkan sebagian dari do'a-do'aku. Sebagian penyesalan, kebahagiaan, bahkan kesedihan, dan cukup Allah-lah sebaik-baiknya penolong. Tapi ones, ternyata niat-niat baik masih selalu terlenakan dengan hal-hal yang kurang baik bahkan kurang bermanfaat. Ya begitulah. Pernah ngga ngerasa cape di masa sekarang? Jujurly, masa-masa ini cukup melelahkan. Mungkin kita sebagai manusia punya masa saat dimana kita merasa kuat dan tegar dan seolah-olah tak butuh siapapun untuk membantu kita. Padahal sedetik kemudian bisa saja Allah menjatuhkan kita dari tempat yang sangat tinggi. Alasanya? hanya agar kita sadar dan mampu untuk merasa bahwa kita bukanlah siapa-siapa. Dari cara yang paling lembut, dan ngga henti-hentinya Allah mengingatkan dengan kelembutanNya. Tapi kita selalu merasa paling tersakiti, paling ga bisa bertahan. Hingga ujungnya Allah lagi yang disalahkan. Ya Allah kenapa ujian nya berat banget?! 

......

no one promises what you're going through to be easy.

yuk sekarang kita belajar dari surah al-Kahfi. 
Menceritakan tentang nabi Musa as yang hidup sebagai seseorang yang sabar. Orang yang paling sabar saja masih ada ujian ketidak-sabaranya. Seorang pemimpin Bani Israil, orang-orang yang banyak bertanya. Dan seseorang yang sesabar beliau masih menghadapi fir'aun yang terkenal dengan kekejamanya, yang mana saat bertemu orang yang ngga dia sukai maka dia akan memenggal kepala orang tersebut.  Kesabaranya selalu di uji tiap tahun, sampai dia bertemu nabi Khidir saja dia masih belum bersabar. Apalagi kita?...

(auto deeply breath)

Jadi untuk latihan kesabaran itu bukan hanya "sabar yaa.." . tapi we have to experiences! kita harus ngalamin dulu kejadian itu. 

Nabi Khidir bilang ke nabi Musa "kamu itu ngga akan tahan bareng sama aku, kamu ngga akan bisa bersabar..". Tapi akhirnya nabi Musa yang punya kesabaran dan notaben si paling sabar aja masih ngga bisa melewati ujian yang di berikan nabi Khidir. Tapi nabi Musa masih tetap melewati kejadian-kejadian yang beliau alami dengan nabi Khidir.

Pelajaranya?
......

Pasti bakal ada 'lesson' yang paling berharga. Jadi ada saatnya kita itu untuk mundur. Berjalan selangkah kebelakang dan sejenak memaknai. Kaya bilang ke diri sendiri buat take a deep breath!
"okei, didalamnya ada kebaikan di dunia dan akhirat. Allah ketahui, dan aku sebagai manusia ngga mengetahui". Berusaha buat jadi none di mata Allah. Bahwa kita emang lemah dan butuh dikuatkan dengan kasih sayangNya, di mampukan dengan segenap kemampuan dan mencoba meyakini Allah bahwa kita mampu untuk melewati semua keadaan yang Allah berikan. Sehingga bakal muncul banyak emosi positif dan kebaikan-kebaikan di setiap langkah yang kita ambil. That's it!

ACCEPTANCE! (penerimaan)
menerima sejenak dan tawakkal!
dan Insha-Allah, Allah itu hanya merencanakan yang terbaik untuk kita dari kita yang gatau itu.
jadi, percayalah rencanyaNya selalu yang terbaik buat aku, kamu, kita semua.

......


ditulis setelah nonton vidionya kak Dea, sambil dengerin musik mood suara hujan :"
semoga bisa lebih bermanfaat, terlebih dan yang paling penting untuk diri sendiri!

terimakasih. Wallahu a'lamu bissawaab.
 

Komentar

  1. aaa this is really good, after reading this article I am getting closer to understanding about patience. This is cool, I hope I can read your other posts

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer